Di larang dan disini

Di larang dan disini

Dalam satu perjalananku ke Bandung hari Sabtu, 31 Oktober 2009, aku singgah di tempat istirahat Km 40 (kalau tidak salah) jalan tol Cikampek. Di sana ada masjid yang lumayan besar, kubahnya berwarna hijau. Sewaktu mengambil wudhu untuk shalat Dzuhur, terbaca petunjuk yang dipasang di atas kran wudhunya yang menarik perhatianku, “DI LARANG KENCING DISINI!!” dengan huruf besar semua dan dengan 2 tanda seru di belakangnya.

Awalan “di” yang seharusnya tidak dipisah malah dipisah (seharusnya “dilarang”) sedangkan kata depan “di” yang seharusnya dipisah malah tidak dipisah (seharusnya “di sini”). Rupanya si pembuat sudah mendengar ada “di” yang harus dipisah, tapi masih menempatkannya secara terbalik.

Petunjuk di tempat wudhu
Petunjuk di tempat wudhu, di tempat istirahat Km 40 tol Cikampek – Sabtu, 31 Okt 2009.

3 thoughts on “Di larang dan disini

  1. menarik sekali Pak, saya sendiri jadi tahu mengenai awalan ‘di’ dan ‘ke’ justru dari Pak WP, kalo tdk salah saat berkantor di jalan blora, dan sampai sekarang kalau ketemu ‘di [tempat]’ pasti langsung ingat Pak WP.

    1. Mudah-mudahan (kalau mau singkat sering saya tulis mudah2an hehe…) lebih ingat mana di yang seharusnya tidak dipisah. Lebih banyak orang menulis dipisah daripada tidak dipisah, pokoknya setiap jumpa di, pasti langsung dipisah.

  2. Hehehe, ternyata Paklik pemerhati juga. Nana sering menemukan kesalahan-kesalahan seperti ini kalau sedang di jalan, cuma tidak sempat mengambil fotonya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *