Donor darah di PMI DKI

Donor darah di PMI DKI

Karena hari Minggu, 13 Juni 2021 gak bisa donor darah (dondar) ke tempat rutin di RAPI Lokal 1 Bekasi Timur, Sabtu, 26 Juni 2021 aku dondar di PMI DKI Jl. Kramat Jakarta Pusat. Alhamdulillah lolos, meski Hb-nya mepet, 12,8 dari batas bawah 12,5. Tensi normal 120/80. Ini kali ke-2 aku dondar di PMI DKI, yang pertama tgl 16 Mei 2018 lebih dari 3 tahun yl.

Tadi sangat sedikit yang dondar. Formulir isiannya jadi 2 macam: pertama terkait Covid-19, kedua form data pendonor yang jadi lebih banyak daftar pertanyaannya.

Lolos periksa Hb, masuk ke ruang dokter, periksa tensi sama tanya2 soal obat-obatan yang dikonsumsi. Yang beda sekarang sesudah selesai periksa disodorkan masker medis, katanya harus pake 2 lapis, ditumpuk sama masker yang sudah kita pake sebelumnya. Waktu aku buka maskerku, dokter bilang langsung ditumpuk saja dengan masker medis. Aku bilang masker medisnya biar di lapisan pertama, masker saya di lapisan luarnya. Dokter setuju. (Padahal dokter gak tau masker yang kupake masker fancy, bahan ikat, buatanku sendri. Rugilah kalau dipasang di sebelah dalam. 🤪).

Masuk ke ruang ‘hisap’ ada yang berbeda juga. Diminta cuci kedua lipatan tangan di lokasi penusukan jarum. Cuci bersih pake sabun kiri-kanan lengan. Barulah diminta duduk di ruang tunggu gak jauh dari situ. Baru duduk sebentar sudah dipanggil, karena memang sepi yang dondar.

Di bed eksekusi yang melengkung, kaki lebih tinggi posisinya dibandingkan pinggang, punggung, dan lengan, penghisapan dimulai jam 10.05. Setelah jalan 3 menit, aku diminta untuk meremas-remas bola karet di genggaman jari-jari tangan yang ditusuk. Spontan kutanya apa darahku gak lancar? Dan dijawab iya. Seletah sekitar 1 mnt meremas, baru darah lancar lagi. Kubilang ke petugas, mungkin buatku terlalu jauh jarak waktu donor 6 bulan sekali, harus diperpendek lagi jadi 3 bulanan. Sekitar 5-6 mnt tuntas 350 cc darah berpindah ke kantong plastik khusus dondar. Ini dondarku ke-27 kali. Alhamdulillah.

Kartu donor yang baru, digabung dari 2 kartu yang semula terpisah.
Ambil kartu donor yang sudah diperbaharui (penggabungan PMI DKI dan PMI Kota Bekasi), aku dikasih 5 butir ETABION, sejenis obat untuk mempercepat penggantian darah. Terus diarahkan ke Kantin di belakang. Serahkan berkas registrasi dan kartu donor ke petugas kantin, kita bisa foto selfie dengan backdrop UTD DKI Jakarta sambil nunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Nasgor tanda terima kasih ke pendonor.

Ternyata sebagai tanda terima kasih kepada pendonor, disediakan nasgor seperti foto di atas. Santap nasgor lagi, meski tadi di rumah sarapan nasgor juga. 😀

Perlu dicatat, sambil memeriksa dan membuat catatan, dokter menjelaskan peraturan terbaru donor darah, sudah dibolehkan setiap 2 bulan, tidak lagi 3 bulan seperti sebelumnya. Sedangkan soal usia 60 tahun ke atas, apakah harus menjarangkan jarak dondar menjadi 6 bulan dan tidak lagi 3 bulan, dijelaskan bahwa manusia 60 tahun ke atas umumnya sudah mulai banyak penyakitnya, namun selama badannya sehat, dibuktikan dengan hasil check up rutin, tidak masalah untuk dondar tetap 3 bulanan, bahkan sekarang buleh 2 bulanan.

Hal lain, waktu aku sedang mendaftar, ada yang datang dan menanyakan di mana kalau ingin donor plasma konvalesen dan diarahkan ke Lantai 2 Gedung PMI DKI. Rupanya PMI DKI pun sudah siap menerima pendonor plasma konvalesen. Semoga kantong-kantong darah PMI terisi kembali, sebab sejak pandemi Covid-19 persediaan darah merosot tajam, sampai berkurang 70-80%. Semoga. (wp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *