Browsed by
Category: Kristalisasi Permenungan

Mau pindah alamat?

Mau pindah alamat?

Mau pindah alamat? Ke mana? Ke luar DKI? Aku akan bagi pengalamanku mengurus kepindahan alamat. Hanya perlu disampaikan terlebih dahulu semacam ‘disclaimer’ bahwa pengalaman ini terjadi dalam periode waktu bulan April sampai Mei 2018, kalau setelah itu ternyata berbeda, bisa jadi sudah ada perubahan lagi dalam prosedurnya. Dan, kejadian ini di kelurahan tempatku tinggal, aku pun belum membandingkan di kelurahan lainnya, apakah sama atau tidak.

Read More Read More

Prediksi kondisi lalu-lintas Jakarta Selatan

Prediksi kondisi lalu-lintas Jakarta Selatan

Pembangungan underpass Mampang-Kuningan (foto: okezone.com)

Sudah beberapa bulan ini, kemacetan di perempatan Mampang Prapatan dan perempatan Kuningan Jakarta Selatan luar biasa. Terlebih di hari kerja dan jam kerja. Hal ini sebagai dampak dari pembangunan jalan bawah tanah (underpass) dari arah Jl. Warung Buncit ke Jl. HR. Rasuna Said pulang-pergi atau dua arah.

Read More Read More

Kok Djasli?

Kok Djasli?

Ya Allah….kok Djasli?

Sampai Jumat pagi ini sebangun tidur, masih terus saja melintas di kepalaku pertanyaan,”Kok Djasli?” Rasanya masih nggak percaya Djasli sudah tidak ada lagi di tengah-tengah kita. Apalagi Kamis siang itu (9/1/14), belum genap 1 jam aku dan Yadi MS77 meninggalkan RS TNI-AU Halim, Jakarta Timur waktu mendapatkan SMS dari Ongku EL77 yang mendapat kabar dari Retno EL77 bahwa Djasli sudah pergi.

Read More Read More

Di larang dan disini

Di larang dan disini

Dalam satu perjalananku ke Bandung hari Sabtu, 31 Oktober 2009, aku singgah di tempat istirahat Km 40 (kalau tidak salah) jalan tol Cikampek. Di sana ada masjid yang lumayan besar, kubahnya berwarna hijau. Sewaktu mengambil wudhu untuk shalat Dzuhur, terbaca petunjuk yang dipasang di atas kran wudhunya yang menarik perhatianku, “DI LARANG KENCING DISINI!!” dengan huruf besar semua dan dengan 2 tanda seru di belakangnya.

Awalan “di” yang seharusnya tidak dipisah malah dipisah (seharusnya “dilarang”) sedangkan kata depan “di” yang seharusnya dipisah malah tidak dipisah (seharusnya “di sini”). Rupanya si pembuat sudah mendengar ada “di” yang harus dipisah, tapi masih menempatkannya secara terbalik.

Petunjuk di tempat wudhu
Petunjuk di tempat wudhu, di tempat istirahat Km 40 tol Cikampek – Sabtu, 31 Okt 2009.